BUSINESS COACH SEBELUM
MATCHING GRANTS
Bagan alur ini menjelaskan
tahapan pendampingan oleh Business Coach bagi kelompok masyarakat agar
siap mendapatkan bantuan modal usaha atau Matching Grants. Proses ini
dirancang untuk memastikan ide usaha masyarakat desa berubah menjadi rencana
bisnis yang matang dan layak dibantu.
Berikut adalah
langkah-langkahnya :
1. Mengenali Hasil
identifikasi Potensi Desa
Pada tahap ini, pendamping
akan mengumpulkan informasi dan data mengenai kelompok masyarakat yang memiliki
potensi untuk dikembangkan usahanya.
2. Menyusun Rencana Usulan
Kegiatan Kerja (RUKK)
Setelah kelompok dipilih,
dilakukan Pendampingan Penyusunan RUKK. RUKK adalah rencana usulan
kegiatan kelompok yang menjadi dasar bagi calon penerima bantuan untuk
menentukan arah usahanya ke depan.
3. Belajar Bersama
Melalui Pelatihan
Agar kelompok lebih pintar
mengelola usaha, diadakan Pelatihan Kelompok Masyarakat. Di sini,
kelompok calon penerima bantuan akan diberikan ilmu tambahan agar mereka siap
menjalankan rencana bisnis yang sudah disusun.
4. Membuat Bisnis
Proposal
Setelah punya ilmu dan
rencana, tahap selanjutnya adalah menyusun Bisnis Proposal. Hasil dari
semua pendampingan sebelumnya dikumpulkan menjadi sebuah dokumen proposal usaha
yang rapi dan jelas.
5. Pemeriksaan Ulang
Proposal
Proposal yang sudah dibuat
tidak langsung diserahkan, melainkan masuk ke tahap Review Bisnis Proposal.
Proposal tersebut akan diperiksa kembali untuk melihat apakah ada bagian yang
perlu diperbaiki atau ditambah.
6. Perbaikan dan
Finalisasi
Berdasarkan hasil pemeriksaan
sebelumnya, dilakukan Finalisasi Bisnis Proposal. Kelompok akan
memperbaiki dan menyempurnakan proposal mereka hingga benar-benar siap dan
tidak ada kesalahan lagi.
7. Penyerahan kepada
Penilai
Langkah terakhir dalam
alur ini adalah Menyerahkan ke CF. Bisnis proposal yang sudah final
diserahkan kepada Control Facilitato untuk dinilai kelayakannya sebelum masuk
kedalam sidang Pleno.
BUSINESS COACH SESUDAH
MATCHING GRANTS
Bagan alur ini menjelaskan
langkah-langkah pendampingan oleh Business Coach bagi kelompok
masyarakat setelah mendapatkan
bantuan modal (Matching Grants). Tujuannya adalah memastikan dana
bantuan tersebut digunakan dengan benar agar usaha warga berkembang dan
menguntungkan.
Berikut adalah penjelasan
tahapan yang akan dilalui oleh kelompok masyarakat:
1. Pendampingan
Menjalankan Usaha
Setelah dana bantuan
diterima, tahap pertama adalah Pendampingan Implementasi kegiatan MG.
Pada tahap ini, pendamping akan terjun langsung menemani kelompok warga dalam
melaksanakan rencana usaha yang sudah disetujui, agar pelaksanaannya sesuai
dengan tujuan awal.
2. Mencari Pembeli
Tetap (Offtaker)
Agar hasil usaha kelompok
masyarakat pasti ada yang membeli, dilakukan Identifikasi Offtaker Potensial.
Pendamping akan mencari informasi dan mengumpulkan daftar calon pembeli atau
perusahaan yang siap bekerja sama untuk menampung hasil usaha dari kelompok
desa.
3. Pengawasan
Penggunaan Dana
Pemerintah dan pendamping
melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap penggunaan dana hibah.
Langkah ini dilakukan untuk memantau apakah uang bantuan digunakan sesuai
rencana dan membantu masyarakat dalam pengelolaan keuangan kelompok.
4. Pengelompokan
Kelompok Usaha
Dilakukan Identifikasi/Pengklasteran
Kelompok Masyarakat Penerima MG. Pendamping akan mendata kondisi terbaru
dari setiap kelompok usaha untuk melihat mana yang sudah mandiri dan mana yang
masih butuh bantuan lebih lanjut, yang datanya akan digunakan untuk pengajuan
tahap berikutnya (W2).
5. Pengawasan Tingkat
Desa
Tahap terakhir adalah Pengawasan
dan Supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan Business Coach for Village Level.
Ini adalah pengecekan menyeluruh untuk memastikan semua kegiatan pendampingan
dan pemantauan telah terlaksana dengan baik di tingkat desa, sehingga warga
benar-benar merasakan manfaat dari program tersebut.
"Inti dari Alur Ini:
Pemerintah ingin memastikan warga tidak dibiarkan sendiri setelah menerima uang bantuan. Pendampingan terus dilakukan supaya dana hibah tersebut benar-benar menjadi modal yang membuat warga mandiri, punya pembeli tetap, dan usahanya terus berjalan lama".