Nyanyian Merdeka Mangrove
Mangrove bersenandung di tepi muara,
akar tunjangnya memeluk kepiting, ikan, dan bangau—
biotanya orkestra yang tak boleh bungkam.
Agustus mengetuk pintu nurani:
Hari Hutan Indonesia, Hari Konservasi Alam Nasional,
dan merah putih berkibar di dada para pejuang
mangrove—
yang menanam dengan tangan lumpur,
yang menjaga tanpa pamrih,
merdeka dari serakah, merdeka dari abai.
Di balik rimbunnya, desa menuai tanpa menebang:
madu kelulut, susur kanal ekowisata,
jaring nelayan yang penuh berkat.
Maka biarlah Perdes berdiri setegak bakau—
pasalnya akar, larangannya dahan,
menghadang serakah sebelum sempat menebang.
Tegaklah, mangrove,
dada terbuka menghadang air lautan.
Sebab di belakangmu ada desa yang hidup,
yang tak ingin tenggelam.
Dan kalian, pejuang mangrove—
teruslah menanam seperti pejuang dahulu merebut tanah
air.
Sekali merdeka, tetap merdeka.
Sekali ditanam, jangan pernah dicabut.
#m4cr #ppiusumut #mangrove
🌿
Reiza Levy Nasution
Communication
Strategy Assistant
PPIU Sumatera Utara