Divisi Komunikasi

Data Outreach Mapping Media Komunikasi Sumatera Utara 2025

Analisis akademis dan profesional terhadap mapping strategi komunikasi (strakom) Sumatera Utara dalam konteks jangkauan media massa untuk sosialisasi Proyek Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), disusun dengan pendekatan komunikasi pembangunan, komunikasi lingkungan, dan perencanaan media berbasis demografi.


1.       Konteks Demografis dan Keruangan Program

Berdasarkan Data BPS Sumatera Utara 2025, wilayah sasaran proyek M4CR mencakup kabupaten/kota pesisir dengan total populasi signifikan, khususnya:

  • ·         Deli Serdang (2,07 juta)
  • ·         Langkat (1,08 juta)
  • ·         Serdang Bedagai (700 ribu)
  • ·         Asahan (824 ribu)
  • ·         Labuhan Batu & Labuhan Batu Utara (± 942 ribu)
  • ·         Batu Bara (443 ribu)
  • ·         Tanjung Balai (188 ribu)

Komposisi jenis kelamin relatif seimbang (±50:50), menandakan bahwa strategi komunikasi tidak boleh bias gender, tetapi perlu mempertimbangkan pola mobilitas dan konsumsi media yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Dari sisi mata pencaharian, desa-desa sasaran didominasi oleh:

  • ·         Nelayan dan buruh perikanan
  • ·         Petani dan buruh tani
  • ·         Pekerja informal dan UMKM pesisir

Karakter ini menempatkan masyarakat dalam SES C–D/E sebagai kelompok mayoritas, yang secara teori komunikasi pembangunan (Servaes, 2008) membutuhkan media yang mudah diakses, berulang, dan berbasis lokal.

2. Lanskap Media Massa Sumatera Utara (2025)

 Mapping media menunjukkan empat kanal utama dengan jangkauan berbeda:

Distribusi ini menegaskan bahwa TV dan Radio adalah backbone media untuk komunikasi proyek lingkungan berskala regional.

3. Analisis Segmentasi Usia dan Relevansinya dengan Isu Mangrove

    3.1 Kelompok Usia Dominan (35–64 Tahun)

         Pada hampir semua kanal media, usia 35–64 tahun merupakan kelompok terbesar:

    •  Surat Kabar: 63%
    •  Radio: 60%
    •  TV: 54%
    •  Billboard: 50%

         Kelompok ini:

    • Merupakan kepala keluarga
    • Pengambil keputusan dalam rumah tangga
    • Aktor utama dalam aktivitas ekonomi pesisir (nelayan senior, petani, pengusaha lokal)

        Implikasi Strakom

        Pesan M4CR harus menekankan:

    • Perlindungan mata pencaharian jangka panjang
    • Ketahanan ekonomi keluarga
    • Pencegahan abrasi dan banjir rob

        Narasi ekologis harus dikaitkan langsung dengan risiko sosial-ekonomi, bukan hanya konservasi             abstrak.

       3.2 Usia Produktif Muda (25–34 Tahun)

         Kelompok ini cukup signifikan di:

    • Radio (12%)
    • TV (12%)
    • Billboard (18%)
        Mereka adalah:
    • Pengemudi aktif
    • Pekerja informal
    • Relawan potensial

         Implikasi Strakom

         Kelompok ini ideal untuk:

    • Aktivasi lapangan
    • Kampanye partisipatif
    • Relawan restorasi mangrove

4. Analisis Gender dalam Jangkauan Media

Perempuan memiliki eksposur kuat pada TV dan radio, terutama di rumah tangga pesisir.

Implikasi Strakom

Komunikasi M4CR perlu:

  • Memposisikan perempuan sebagai penjaga keberlanjutan keluarga
  • Mengangkat isu kesehatan, pangan, dan masa depan anak
  • Menggunakan bahasa yang kontekstual, naratif, dan emosional (storytelling)

5. Analisis SES dan Akses Media

 Mayoritas audiens berada di:

  • SES C (35–40%)
  • SES D/E (10–40% di desa pesisir tertentu)

 Kelompok SES ini:

  •  Akses internet terbatas
  •  Lebih mengandalkan radio lokal, TV nasional, dan komunikasi tatap muka

Implikasi Strakom

  • Media digital tidak bisa menjadi kanal utama
  • Radio komunitas dan TV tetap paling efektif
  • Billboard berfungsi sebagai reinforcement visual, bukan edukasi utama.

6. Evaluasi Spesifik Media terhadap Proyek M4CR

    6.1 Radio – Media Strategis Pesisir

         Radio memiliki keunggulan:

    • Digunakan saat melaut, bertani, dan bekerja
    • Bahasa lokal mudah diadaptasi
    • Biaya relatif efisien

           Peran Radio dalam M4CR

    • Edukasi berulang
    • Pengumuman kegiatan lapangan
    • Penguatan legitimasi program

    6.2 Televisi – Pembentuk Persepsi Publik

         TV menjangkau hampir setengah penduduk Sumut. Peran TV:

    • Legitimasi program pemerintah
    • Membangun kepercayaan publik
    • Menunjukkan dukungan negara dan mitra

    6.3 Surat Kabar – Opinion Leader & Elit Lokal

        Meski jangkauan kecil, koran berpengaruh pada:

    • Aparat desa
    • Tokoh masyarakat
    • Birokrasi daerah

         Perannya:

    • Penguatan kebijakan 
    • Dokumentasi formal
    • Arsip legitimasi proyek

    6.4 Billboard – Kesadaran Spasial

         Billboard efektif di:

    • Jalur pantura
    • Kawasan pelabuhan
    • Kota penyangga desa

        Peran:

    • Pengingat visual
    • Simbol kehadiran negara
    • Penguatan pesan singkat (“Mangrove Melindungi Kita”)

7. Sintesis Strategis: Model Komunikasi Terpadu M4CR Sumut

 Berdasarkan tabel mapping, strategi ideal adalah multi-channel, hierarkis, dan kontekstual:

    • TV → membangun legitimasi dan kepercayaan
    • Radio → edukasi berulang dan partisipasi komunitas
    • Media cetak/online → dukungan kebijakan & elite discourse
    • Billboard → penguatan visual di ruang publik
    • Komunikasi interpersonal (desa) → internalisasi pesan

8. Kesimpulan Akademik

Mapping strategi komunikasi Sumatera Utara menunjukkan bahwa:

Keberhasilan sosialisasi Proyek Mangrove for Coastal Resilience tidak ditentukan oleh luasnya jangkauan media semata, melainkan oleh kesesuaian kanal komunikasi dengan struktur demografis, sosial-ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir.

Dengan dominasi SES menengah-bawah, usia produktif matang, dan mata pencaharian berbasis sumber daya alam, radio dan televisi tetap menjadi media paling rasional dan efektif, sementara billboard dan media cetak berfungsi sebagai penguat legitimasi dan kesadaran publik.