Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang dijalankan PPIU Sumatera Utara mencatat capaian penting sepanjang 2025 dengan rehabilitasi mangrove seluas 327 hektare di berbagai wilayah pesisir Sumatera Utara. Capaian ini menjadi fondasi kuat dalam membangun pesisir yang lebih tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rehabilitasi mangrove tersebut tidak hanya berdampak pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memperkuat perlindungan alami pantai dari abrasi, banjir rob, dan dampak perubahan iklim. Mangrove yang kembali tumbuh berfungsi sebagai benteng alami, habitat biota laut, serta penopang produktivitas perikanan masyarakat.
Di sisi sosial ekonomi, program ini melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) secara langsung, mulai dari perencanaan, penanaman, hingga pemeliharaan. Pendekatan ini membuka lapangan kerja lokal, meningkatkan kapasitas warga, serta mendorong tumbuhnya usaha berbasis sumber daya pesisir.
“Capaian 327 hektare ini bukan sekadar angka. Ini adalah investasi jangka panjang untuk lingkungan pesisir dan penghidupan masyarakat,” ujar Manager PPIU Sumatera Utara, Aditya Wahyu Putra pada saat Rapat Koordinasi yang dilakukan secara online 20 Januari 2025.
Memasuki 2026, PPIU Sumatera Utara akan melanjutkan penguatan lokasi hasil penanaman 2025 melalui monitoring, perbaikan area yang kurang optimal, serta pengembangan program ekonomi masyarakat agar manfaat rehabilitasi mangrove dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui M4CR, PPIU Sumatera Utara menargetkan pesisir yang lebih aman, ekosistem yang pulih, dan masyarakat pesisir yang semakin mandiri.






