Divisi Komunikasi

M4CR PPIU Sumatera Utara mengadakan acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Pembuatan Tanaman Mangrove (P0) Tahun 2025



M4CR PPIU Sumatera Utara hari ini tanggal 29 Desember 2025 mengadakan acara serah terima hasil pekerjaan pembuatan tanaman mangrove (P0) dari Kelompok Masyarakat kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IV di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Angkasa Medan. Acara ini dibuka oleh Aditya Wahyu Putra selaku Manajer PPIU Sumatera Utara dan Parihutan Sagala selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IV Sumut.

Selain acara serah terima, acara ini juga diawali dengan diskusi yang dipimpin oleh Jonas Purba dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dengan narasumber Lariski Munthe yang mewakili kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Asahan Barumun (BPDAS Asbar). Dalam kesempatan ini Munthe menjelaskan bahwa mangrove sebagai ekosistem yang penting termasuk mempunyai nilai budaya yang tinggi, perlindungan pesisir, mendukung jasa perikanan, penyediaan bahan baku dan sebagai regulasi iklim. Beliau juga menambahkan bahwa habitat mangrove eksisting di wilayah kerja BPDAS Asbar seluas 28,635 ha dan yang berpotensi seluas 14,382 ha.

Pada sesi tanya jawab Rohman dari KTH Lestari Mangrove, Lubuk kertang, Langkat mengatakan bahwa pada tahun 2009, KTH Lestari Mangrove sudah melakukan rehabilitasi terhadap mangrove, tetapi hasil yang dilakukan selalu dirusak oleh pengusaha arang. Jonas Purba mewakili M4CR PPIU Sumatera Utara menjawab untuk semua pihak saat ini bersama-sama menjaga termasuk yang sudah dilakukan penanaman (P0) saat ini.

Selain itu, Zahri Aritonang dari KTH Sembilang Jaya abadi memberitahukan bahwa ada lahan penanaman tahun 2018 di daerah Sei Sembilang, tapi kini penanaman itu telah gundul. Zahri bertanya apakah pokmas dapat mengajukan penanaman lagi di daerah itu. Dalam jawabannya Lariski Munthe mengatakan bahwa untuk pengajuan boleh dilakukan lagi setelah 10 tahun dan tentunya dapat mengirim data dan kronologis daerah penanaman tersebut ke BPDAS Asbar.

Pada acara ini 18 lurah dan kepala desa serta 35 kelompok masyarakat yang turut diundang. Diantara kelompok itu hanya 6 Pokmas yang melakukan BAST P0 yang terdiri dari KTH Tani dan Nelayan Lestari Mangrove, KTH Bahagia Giat Bersama, KTH Bina Rimba Raya, KTH Bolo Hutan Basamo, KTH Pintu Air Bersama dan KTH Bina Hutan Kita.(CSA2025)