SUMATERA UTARA, 11 Juni 2026 – Dalam rangka mempercepat upaya rehabilitasi ekosistem pesisir, Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Kementerian Kehutanan, bersama Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), resmi menggelar kegiatan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove (SLRM) Batch 2 Tahun 2026 , setelah tanggal 9 Juni kemarin sudah digelar juga di beberapa kabupaten di Sumatera Utara.
Kegiatan hari ini yang
berlangsung pada Kamis (11/6/2026) dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi
berbeda, yakni Desa Limau Mungkur, Kabupaten Langkat, Desa Perupuk, Kabupaten
Batubara dan Desa Wonosari di Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan ini melibatkan
puluhan peserta dari berbagai Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Tani (KT),
serta didampingi oleh perwakilan BBKSDA, KPH I, III & V, BPDAS Asbar & Wampu Sei Ular, PIU/PPIU M4CR Sumatera
Utara, dan perangkat desa setempat.
Penguatan Kapasitas dan
Pengetahuan Teknis di Langkat
Di Desa Limau Mungkur, kegiatan
dibuka di aula kantor kepala desa dengan pengarahan dari Erliawati (Sekretaris
Desa) dan pembukaan resmi oleh Al Rahmat Putra, Asisten Pelatihan Lingkungan yang mewakili Manager PPIU Sumatera Utara.
Tanta Perangin-Angin, S.Hut.,
M.Si. selaku Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat KPH Wilayah I Stabat,
menekankan bahwa sekolah lapang ini merupakan ruang belajar dan berbagi
pengalaman bersama. Ia juga menyampaikan informasi penting mengenai penutupan
sistem SIPUHH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan) oleh
pemerintah, yang kini beralih ke sistem pelaporan elektronik berbasis web KLHK
untuk pengelolaan data perizinan dan peredaran hasil hutan yang lebih
transparan.
Peserta yang berjumlah sekitar 28 orang dari 4 KTH (Rimba Bakau, Rimbun Alam, Rezeki Mangrove, dan Mangrove Jaya) juga dibekali materi krusial, seperti:
- Protokol Perjumpaan Satwa Dilindungi di lokasi rehabilitasi, yang disampaikan oleh Eva Suryani Sembiring dari BBKSDA Sumatera Utara.
- Penanganan Benih dan Bibit Bakau (Rhizophora sp.), termasuk penyediaan benih, pembangunan persemaian sederhana, dan aklimatisasi. Materi ini dibawakan oleh Irfan Komarudin (Korlap Kabupaten Langkat) dengan sharing session oleh beberapa orang kelompok penanaman termasuk Yus dari KTH Rezeki Mangrove.
Nani, Ketua KTH Rimba Bakau,
menyampaikan antusiasme anggotanya: "Hasil pelatihan ToF (Training of
Facilitators) yang digelar sebelumnya di Siantar, kini berhasil
diimplementasikan dengan sangat baik kepada anggota kelompok oleh para kader
ToF kami."
Kegiatan Serentak di Daerah Lainnya: Batubara dan Labuhanbatu
Selain di Langkat, kegiatan SLRM
Batch 2 juga berlangsung sukses di dua daerah lainnya, menunjukkan komitmen
luas program M4CR di Sumatera Utara:
Di Kabupaten Batubara tepatnya di
Desa Perupuk kegiatan serupa diadakan di Aula Pantai Sejarah Perupuk. Kegiatan ini
dihadiri oleh 21 peserta dari tiga kelompok tani (KT Cinta Mangrove, KTH Kuala
Indah Bahari, dan KTH Mangrove Guntung Kayuh Besano). Acara dibuka oleh Manager
PPIU yang diwakili Asum Mubarok selaku Korlap Batubara dan dihadiri oleh KSDA
Wilayah 2, Bapak Parlindungan Simbolon. Suasana berjalan interaktif dengan sesi
tanya jawab yang diberi apresiasi hadiah. Materi teknis disampaikan langsung
oleh alumni ToF setempat, yakni Irfan dengan materi tentang penyiapan dan
aklimatisasi bibit dan Yamin dengan materi tentang persiapan lokasi, penanaman,
dan pemeliharaan.
Selain itu di kbupaten
Labuhanbatu, kegiatan serupa diadakan di aula kantor Desa Wonosari dan dihadiri oleh
Kepala Desa: Wagimun, Alharis Ruhidi selaku perwakilan BBKSDA, dan Sofwan
Daulay selaku Koordinator Lapangan Labuhanbatu. Meski dimulai sedikit terlambat
akibat jarak tempuh ke Lokasi yang jauh tetapi suasana kekeluargaan yang
terbangun membuat peserta sangat aktif bertanya. Kegiatan ini ditegaskan
sebagai rangkaian dan syarat penting yang mendukung keberhasilan program
penanaman mangrove di wilayah tersebut.
Langkah Selanjutnya: Praktik
Lapangan
Setelah membekali peserta dengan
pengetahuan teoritis, protokol keselamatan, dan teknik pembibitan pada hari
pertama, kegiatan SLRM Batch 2 akan berlanjut ke hari kedua, Jumat (12/6/2026).
Pada hari ini, seluruh peserta di ketiga lokasi akan turun langsung ke lapangan
untuk melakukan praktik nyata (hands-on practice), meliputi persiapan lokasi,
teknik penanaman mangrove yang benar, hingga metode pemeliharaan dan
perlindungan tanaman.
Melalui program M4CR ini,
diharapkan ketahanan pesisir Sumatera Utara terhadap abrasi dan perubahan iklim
dapat meningkat, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar melalui
pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.







