Divisi Komunikasi

Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Pesisir, Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove Batch 1 Resmi Digelar di Deli Serdang

DELI SERDANG, 4 Juni 2026 – Sebanyak 21 peserta dari dua kelompok masyarakat, yaitu Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Tanjung Harapan dan KTH Tanjung Harapan, mengikuti hari pertama kegiatan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove (SLRM) Batch 1 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua KTH Tanjung Harapan, Dusun IX, Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang ini, resmi dibuka dengan sambutan dari M. Jamak, selaku Anggota BPD Desa Paluh Kurau. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan. "Jangan sampai kita terpecah belah. Mari bersatu membangun daerah kita dengan menjaga dan peduli terhadap lingkungan kita," ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat pesisir dengan pengetahuan teknis dan kesadaran konservasi dalam upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Rinto NPR, Penyuluh Kehutanan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta. Ia berharap kegiatan SLRM ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan penambahan wawasan bersama.

Rangkaian Materi Komprehensif dan Praktis
Sekolah Lapang hari pertama dirancang dengan alur materi yang sistematis dan mudah dicerna, mencakup:

  1. Pengantar Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove, disampaikan oleh Al Rahmat Putra, Asisten Pelatihan Lingkungan PPIU Sumatera Utara.
  2. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Rehabilitasi Mangrove, dibawakan oleh Eqy Shindu, Staf Safeguard PPIU Sumatera Utara, untuk memastikan keamanan selama kegiatan lapangan.
  3. Pengetahuan Dasar Pengelolaan Ekosistem Mangrove serta Penyiapan Benih/Bibit dan Aklimatisasi, yang dipandu langsung oleh Ridho, Trainer SLRM Deli Serdang.
  4. Protokol Perjumpaan Satwa Dilindungi di Lokasi Rehabilitasi, disampaikan oleh Rinto NPR (BBKSDA Sumatera Utara), yang juga mengulas tugas dan fungsi BBKSDA serta informasi kawasan konservasi di Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut.
  5. Persiapan Lokasi, Penanaman, dan Pemeliharaan Tanaman, yang difasilitasi oleh Koordinator Lapangan (Korlap) dan pendamping desa Deli Serdang.

Sebagai nilai tambah, sesi khusus hasil permintaan kelompok dan kordinator lapangan Deli Serdang, Imran Ismail untuk adanya materi mengenai Standar dan Teknik Dokumentasi Proyek M4CR (Mangrove for Coastal Resilience). Materi Khusus ini disampaikan oleh Reiza Levy Nasution selaku Communication Strategy Assistant PPIU Sumatera Utara. Materi ini bertujuan memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan lapangan terdokumentasikan dengan baik, akurat, dan sesuai dengan standar pelaporan proyek.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan komitmen kuat dari masyarakat setempat untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah pesisir Deli Serdang. Kegiatan praktik lapangan dan umpan balik peserta dijadwalkan akan berlanjut pada hari kedua.