Divisi Komunikasi

Rapat Updating Modul & Booklet Bahan Ajar Sekolah Lapang Livelihood Project M4CR Sumatera Utara (LOT-1) Berhasil Digelar

Medan, 10 Agustus 2026 – LPM EQUATOR selaku NGO pendamping Divisi Livelihood Proyek M4CR PPIU Sumatera Utara telah sukses menyelenggarakan Rapat Updating Modul dan Booklet Bahan Ajar Sekolah Lapang Livelihood Project M4CR Provinsi Sumatera Utara (LOT-1) pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Jasmine Room, Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Jl. Sutomo No.1, Perintis, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Aditya Wahyu Putra selaku Manajer PPIU Sumatera Utara. Sambutan pembuka disampaikan oleh Dr. Yayan Hendrayana, S.Hut, M.Si (K-1, Tim Leader NGO Equator), dilanjutkan sambutan secara hybrid oleh Parihutan Sagala selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah IV Sumatera Utara.

Pada sesi penjelasan mekanisme updating modul, Zulkarnain Batu Bara selaku Spesialis Livelihood NGO Equator memaparkan bahwa modul Livelihood mencakup 4 tematik utama, yaitu:

  1. Perikanan – meliputi pembesaran kepiting bakau, keramba apung ikan kakap putih, silvofishery terpadu, dan budidaya udang vaname.
  2. Peternakan – meliputi ternak domba biri-biri dan ternak kambing kacang.
  3. Produk Turunan – meliputi pengolahan terasi udang dan olahan kerupuk udang.
  4. Ekowisata – berbasis budidaya perikanan.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dan pemangku kepentingan yang memberikan masukan konstruktif terhadap modul dan booklet bahan ajar, antara lain:

  1. Supriyadi (Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara) memberikan masukan terkait keterangan gambar pada modul pembesaran kepiting bakau agar setiap gambar dilengkapi keterangan yang jelas sehingga menjadi daya tarik buku ajar.
  2. Dini Mahli Hutagalung (Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara) meminta agar dilakukan pendampingan pembuatan koperasi bagi kelompok masyarakat yang terlibat dalam Matching Grants, termasuk pengurusan NIB, sertifikasi produk halal, dan legalitas lainnya. "Kami dari dinas siap membantu meregister para kelompok ini," ujar Dini.
  3. Alween Ong (Founder PT Mowiee Indonesia Utama dan Narsis Digital) menekankan pentingnya memahami potensi lokal agar pendampingan tepat sasaran. "Yang pertama untuk para pendamping nantinya harus memahami potensi supaya fokus. Bikin produk, kita bantu membuka kran penjualannya. Mereka harus bisa menghasilkan uang dan tahu tujuan serta jualnya ke mana. Kita harus tahu masyarakat yang kita dampingi ini berhasil (Goals)," tegas Alween Ong.
  4. Muhtar Ardansah Munthe, S.Hut., M.Sc. (Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Satya Terra Bhinneka) memberikan koreksi mendalam terhadap modul, meliputi perbaikan typo, daftar isi, pustaka ajar, serta pembahasan kalimat per kalimat agar substansi modul lebih tepat dan berkualitas.

Pada akhir kegiatan updating ini, Muhammad Yusuf, S.Si, M.Si selaku Community Based Livelihood Coordinator dalam arahannya menekankan bahwa kegiatan updating modul diharapkan menghasilkan output yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi proses maupun hasil. Modul dan booklet yang dihasilkan harus mudah dipahami, dapat dioperasionalkan, serta dapat diaplikasikan oleh peserta dan pihak-pihak terkait. Beliau menegaskan bahwa penyusunan modul hendaknya berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran dan kebutuhan pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar pemenuhan dokumen.

Hasil dari kegiatan updating ini akan diperbaharui dan diidentifikasi bersama Tim Divisi Livelihood PPIU Sumatera Utara. Sebagai tindak lanjut, NGO Equator akan menyelenggarakan kegiatan Expose Laporan Pendahuluan sebagai bentuk laporan perjalanan dinas tim ke 5 kabupaten lokasi proyek pemanfaatan M4CR PPIU Sumatera Utara, yaitu: Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, dan Labuhanbatu Utara.

Tentang Kegiatan

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Sekolah Lapang Livelihood Project M4CR Provinsi Sumatera Utara (LOT-1) yang difasilitasi oleh LPM EQUATOR, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan termasuk PPK IV, PPIU Sumatera Utara, dinas-dinas terkait provinsi dan kabupaten, mitra swasta, serta perguruan tinggi.