Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Sumatera Utara secara resmi menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan, Pendampingan, dan Penyusunan Rencana Usaha Kerja Kelompok (RUKK). Kegiatan yang berlangsung di Desa Sei Pematang Baru, Kabupaten Asahan, ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan kelompok masyarakat lokal melalui pengembangan usaha berbasis potensi daerah.
Rangkaian kegiatan yang dimulai
sejak tanggal 3 hingga 6 Maret 2026 ini dipandu langsung oleh tim ahli dari
PPIU Sumatera Utara, yaitu Eva Friska Sembiring (Market Connection Assistant
& Business Coach Supervisor) dan Ichsan Prawoto Sigalingging (Control
Fasilitator Supervisor). Fokus utama pelatihan adalah pendampingan penyusunan Business
Plan (Rencana Bisnis) bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Perjuangan.
Pelatihan hari kedua yang
dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026 bertempat di rumah tokoh masyarakat, Pak Hannan
S. yang berjalan dengan lancar. Pak Hannan a.k.a Mayor yang juga tergabung
dalam KTH Perjuangan menegaskan bahwa kelompok tetap mengajukan KTH Perjuangan
sebagai wadah pengembangan usaha masyarakat.
Fokus Pengembangan Usaha Udang Vaname
Dalam pendampingan ini, Kelompok
Tani Hutan (KTH) Perjuangan secara resmi mengajukan pengembangan usaha
masyarakat dengan fokus pada komoditas Udang Vaname. Berdasarkan hasil tinjauan
teknis, KTH Perjuangan dinyatakan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam
Project Operational Manual (POM) M4CR Project. Hal ini menjadikan kelompok
tersebut layak sebagai calon penerima Matching Grant untuk tahun anggaran 2026.
Pada Pertemuan ini Aswat Manurung, selaku Ketua KTH Perjuangan, hadir bersama 13 orang anggota kelompoknya. Antusiasme mereka terlihat jelas selama proses pelatihan penyusunan rencana bisnis komoditas Udang Vaname," ujar Fachrurozi selaku Tim Trainer Business Coach.
Kolaborasi dan Dukungan Lokal
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara pengelola proyek, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Beberapa poin penting dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi:
- Dukungan Pemerintah Desa: Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Koordinasi awal telah dilakukan dengan Kepala Desa Sei Pematang Baru terkait pengembangan usaha masyarakat. Kepala Desa menyatakan dukungannya untuk melanjutkan pendampingan bagi kelompok tersebut dan berencana mengajukan kelompok baru dengan jenis usaha berbeda di masa mendatang.
- Sinergi Antar Kelompok: Melalui kesepakatan bersama, terdapat integrasi antara anggota KTH Rajawali ke dalam KTH Perjuangan untuk memperkuat struktur kelompok.
- Partisipasi Inklusif: Pertemuan ini dihadiri oleh 13 peserta aktif, termasuk di antaranya 4 orang keterwakilan perempuan, yang menunjukkan semangat inklusivitas dalam pengelolaan ekonomi desa.
- Konservasi Mangrove: Selain fokus pada usaha perikanan, kegiatan ini juga menghasilkan kesepakatan strategis terkait pelestarian lingkungan. Melalui kesepakatan bersama antara KTH Perjuangan dan KTH Rajawali, telah direncanakan penanaman Mangrove dengan prediksi luas lahan mencapai 15 hektar. Saat ini, proses finalisasi luas lahan masih menunggu pengukuran resmi lebih lanjut.


.jpeg)






