Divisi Komunikasi

Kolaborasi Strategis PPIU M4CR Sumut dan 10 Media Massa: Dokumentasikan Praktik Baik Pemulihan 28 Hektare Mangrove dan Pemberdayaan Ekonomi Pesisir di Deli Serdang

 

DELI SERDANG, 17 September 2026 – Divisi Komunikasi Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Provinsi Sumatera Utara dan SPEAK Indonesia menggelar kegiatan Media Visiting dan Produksi Materi Komunikasi di Desa Sei Tuan dan Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9) ini menghadirkan 10 media partner terkemuka, terdiri dari Harian Analisa, Waspada, SIB, RRI Medan, Kompas.com, Detik.com, Tribunnews.com, Radio Voks Ndeso, Eksisnews.com, dan Sentralberita.com.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan perwakilan Manajer PPIU M4CR Sumatera Utara, Aditya Wahyu Putra, yang disampaikan oleh Reiza Levy Nasution selaku Communication Strategy Assistant PPIU Sumatera Utara. Dalam arahannya, Reiza menekankan tiga pilar utama program M4CR: rehabilitasi ekosistem, peningkatan potensi ekonomi masyarakat pesisir, dan pembangunan keberlanjutan agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap kawasan mangrove pasca-program.

"Kehadiran rekan-rekan media hari ini sangat strategis. Kami tidak hanya ingin menunjukkan angka penanaman, tetapi juga narasi manusiawi tentang bagaimana masyarakat pesisir berjuang memulihkan alam mereka. Dari identifikasi lahan, penanaman, hingga pemeliharaan, semua dilakukan dengan standar akuntabilitas tinggi. Media adalah mitra kami untuk memastikan cerita sukses ini menjadi inspirasi dan mendorong partisipasi publik yang lebih luas," ujar Reiza Levy Nasution.

Kisah Sukses KTH Nelayan Mandiri: Dari Lahan Sawit Menjadi "Supermarket" Alami

Fokus utama kunjungan adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Nelayan Mandiri di Desa Sei Tuan. Sejak 2017, kelompok yang dipimpin oleh Sukamto ini konsisten memulihkan kawasan pesisir yang sebelumnya terdegradasi akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan tambak.

Berdasarkan data lapangan, pada tahun 2024, KTH Nelayan Mandiri berhasil merehabilitasi seluas 28 hektare dengan menanam 101.640 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. menggunakan pola tanam intensif (3.300 bibit/hektare). Program ini dilanjutkan dengan tahap Pemeliharaan Jangka Pertama (P1) pada 2025-2026, termasuk penyulaman hingga 20%.

"Kami sudah menanam lebih dari 100 ribu bibit. Hutan mangrove ini adalah 'supermarket' gratis yang diberikan Allah kepada kita. Kalau mangrovenya tumbuh, biota laut akan datang, dan nelayan bisa hidup dari situ," ungkap Sukamto, Ketua KTH Nelayan Mandiri, dalam sesi sharing dengan para wartawan.

Sebagai bentuk dukungan ekonomi berkelanjutan, M4CR PPIU Sumut juga akan memfasilitasi matching grant untuk usaha pembesaran kepiting (crab fattening), yang secara langsung meningkatkan pendapatan harian anggota kelompok.

Tantangan dan Komitmen di Desa Denai Kuala

Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke kawasan Ekowisata Mangrove Desa Denai Kuala, yang dikelola oleh Kelompok Ekowisata Mangrove (KEM) Putra Denai. Kelompok ini telah menanam dan memelihara 52.800 bibit mangrove di atas lahan 16 hektare sejak 2024.

Dalam diskusi lapangan, terungkap bahwa perjuangan di lapangan tidak tanpa hambatan. Ketua KEM Putra Denai, Eliyas, menyebutkan tantangan seperti serangan kepiting kecil terhadap bibit muda, dampak historis penggalian pasir, hingga keterbatasan akses air bersih. Namun, komitmen kelompok untuk menjaga habitat kepiting dan kepah, serta mendorong wisata berbasis edukasi, menunjukkan ketahanan komunitas yang luar biasa.

Aksi Nyata dan Produksi Konten

Selain sesi talkshow dan diskusi mendalam, para jurnalis diajak turun langsung ke lapangan untuk melakukan tur kawasan, pengambilan gambar (B-roll), dan aksi penanaman mangrove secara simbolis bersama anggota KTH. Kegiatan ini juga menghasilkan materi komunikasi berupa video testimoni dan foto dokumentasi ber-geo-tagging yang akan menjadi aset resmi kampanye publik PPIU M4CR Sumatera Utara.

Kepala Desa Sei Tuan, Parningotan Marbun, mengapresiasi kehadiran program M4CR dan media massa. "Sejak 2024, kehadiran M4CR sangat membantu. Kami berharap narasi positif ini terus bergulir agar pemerintah daerah dan pusat semakin peduli pada pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir yang sejalan dengan kelestarian lingkungan," tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, PPIU M4CR Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk menjadikan rehabilitasi mangrove bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan kolektif yang berdampak nyata pada ketahanan iklim dan kesejahteraan masyarakat pesisir Sumatera Utara.