MEDAN,
8 Oktober 2026 – Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya bergantung
pada kecanggihan teknologi atau luasnya lahan, melainkan pada bagaimana kita
mendengarkan dan berbicara dengan hati kepada masyarakat yang hidup di
sekitarnya. Hal ini menjadi inti dari pelaksanaan hari kedua Pelatihan
Strategi Komunikasi dan Penggunaan Media/Toolkits M4CR Sub-Nasional Sumatera
Utara, yang berlangsung di Hotel Cambridge, Medan, pada Kamis (8/10/2026).
Kegiatan
yang diinisiasi oleh SPEAK Indonesia sebagai mitra kerja program Mangroves
for Coastal Resilience (M4CR) ini bertujuan menjembatani kepentingan
ekologis, ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan pasca-program.
Suara
Hati Masyarakat: Kearifan Lokal sebagai Kunci
Berbeda
dengan pelatihan komunikasi pada umumnya, sesi hari ini dibuka dengan ruang
dengar yang luas bagi perwakilan masyarakat. Juliarti Sianturi dari SPEAK Sumut
memfasilitasi sesi komunikasi berbasis komunitas yang menghadirkan cerita
inspiratif dari lapangan.
Zuwandi
Tanjung, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bahagia Giat Bersama dari Simandulang,
menegaskan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya Melayu dan bahasa daerah
adalah "jembatan komunikasi" paling efektif. "Walaupun kami
berbeda-beda suku, budaya Melayu sangat kental. Kami bangga menggunakan bahasa
kami di mana pun berada dan dalam acara apa pun," ujar Zuwandi.
Senada
dengan itu, Zul Ihsan, Kepala Desa Lubuk Kertang, Langkat, membagikan kisah
perjuangan desa mereka menyelamatkan 1.200 hektare mangrove. Ia menceritakan
bagaimana konflik lahan dan alih fungsi menjadi perkebunan sawit sempat
menyisakan kerusakan parah pada masa pandemi. Namun, dengan semangat juang
masyarakat yang prinsipil dan berani bersatu, mereka kini sedang dalam proses
mengembalikan lahan tersebut menjadi hutan mangrove. "Kearifan lokal
dan keberanian masyarakat adalah modal utama kami," tambah Zul Ihsan.
Mengawal
Isu: Profesional di Hadapan Media dan Tanggap Krisis
Memahami
bahwa isu lingkungan sering kali memicu dinamika di masyarakat, Reiza Levy
Nasution, Strategi Komunikasi PPIU M4CR Sumut, memberikan pembekalan mengenai
panduan keterlibatan media. Melalui simulasi konferensi pers (roleplay),
para peserta diajarkan teknik bridging untuk menjawab pertanyaan kritis
dengan santun dan berbasis data.
"Jangan
pernah takut dengan pertanyaan kritis dari wartawan. Tapi, takutlah apabila
informasi yang kita berikan tidak relevan. Jika tidak tahu, katakan tidak tahu.
Jika belum pasti, segera verifikasi. Jika bukan wewenang kita, arahkan pada
yang berwenang," pesan Reiza kepada para peserta yang terdiri dari
pemerintah, NGO, media, dan kelompok masyarakat.
Sementara
itu, Framita Triputri Sinaga, Staf Safeguard PPIU Sumut, memaparkan Panduan
Komunikasi Krisis. Ia menekankan bahwa komunikasi krisis bukan sekadar membuat
pernyataan pers, melainkan sebuah proses terkoordinasi untuk melindungi
masyarakat dan menjaga akurasi fakta.
"Prinsip
utama kami adalah AMAN, AKURAT, TERKOORDINASI, dan TERDOKUMENTASI. Keselamatan
dan perlindungan masyarakat, termasuk menjaga kerahasiaan pelapor atau korban,
selalu menjadi prioritas di atas segalanya," tegas Framita.
Komitmen
untuk Tindak Lanjut Nyata
Menutup
pelatihan hari kedua, Reiza Levy Nasution yang bertindak mewakili Manajer PPIU
Sumut menyampaikan bahwa pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari
implementasi nyata.
"Tindak
lanjut dari pelatihan ini adalah turun langsung ke lapangan. Kami akan
mendampingi kelompok masyarakat sasaran program M4CR, serta memperbanyak Forum
Group Discussion (FGD) kolaboratif antara pemerintah, PPIU, dan
masyarakat," pungkas Reiza.
Sebagai
informasi, program M4CR adalah kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia
yang menargetkan rehabilitasi 32.000 hektare mangrove di empat provinsi,
termasuk Sumatera Utara. Program ini tidak hanya berfokus pada lingkungan,
tetapi juga pemberdayaan masyarakat pesisir untuk meningkatkan ketahanan
wilayah terhadap perubahan iklim.
Masyarakat
yang ingin memberikan masukan, informasi, atau pengaduan terkait program M4CR
dapat melalui saluran resmi yang telah disediakan:
- WhatsApp:
081181207526
- Email: aduan@m4cr.com
- Formulir Online:
bit.ly/FormPengaduanM4CR
- Website:
www.m4cr.or.id





