ASAHAN – Dalam rangka
pengawalan dan percepatan program rehabilitasi ekosistem pesisir, Tim PPIU Mangroves
for Coastal Resilience (M4CR) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan
Verifikasi Fisik dan Administrasi Tahap Akhir Penanaman P0 Tahun 2026. Kegiatan
yang berlangsung serentak di lima kabupaten sejak 20 hingga 27 Juli 2026 ini,
salah satunya menyasar lokasi penanaman di Desa Sei Sembilang, Kabupaten Asahan
pada tanggal 21-22 Juli 2026.
Tim verifikasi yang melibatkan 40
personel dari berbagai disiplin ilmu meninjau langsung dua lokasi penanaman di
Sei Sembilang. Pada tanggal 21 Juli, tim memverifikasi lahan Kelompok Tani
Hutan (KTH) Mangrove Pasir Putih yang melakukan rehabilitasi dengan metode
pengkayaan blok seluas 9 hektare. Keesokan harinya, 22 Juli, giliran KTH
Penghijauan Maju Bersama yang juga mengelola lahan pengkayaan blok seluas 9
hektare. Jenis mangrove yang ditanam pada kedua lokasi tersebut adalah Rhizophora
sp.
Wilayah pesisir Desa Sei
Sembilang diketahui memiliki tantangan ekologis berupa dominasi tanaman piai
(pakis laut). Penggunaan metode blok pada kedua lokasi ini diterapkan secara
strategis agar pertumbuhan bibit mangrove tidak terganggu oleh kompetisi dengan
piai yang hidup di sekitarnya.
Dalam tinjauan fisik di lapangan,
tim M4CR melakukan pengukuran dan pengecekan ketat terhadap tiga parameter
utama untuk memastikan kualitas penanaman:
- Salinitas Air, untuk menghitung kadar garam
yang sangat mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup bibit.
- Jumlah Bibit per Blok, untuk menghitung dan
memastikan kesesuaiannya dengan Rencana Kerja (RK) yang telah diajukan
oleh kelompok.
- Panjang Ajir (Patok), untuk mengetahui
kesesuaian standar teknis penanaman dengan RK.
Selain verifikasi fisik, tim juga
mendampingi kelompok dalam penertiban administrasi pertanggungjawaban kegiatan.
Sigit Prasetyo, Asisten
Rehabilitasi Mangrove Sumatera Utara, menekankan bahwa verifikasi tahap
akhir ini merupakan langkah kontrol kualitas yang sangat krusial.
"Verifikasi akhir adalah langkah yang penting untuk memastikan pekerjaan kelompok masyarakat sesuai kontrak yang disepakati bersama. Tipologi mangrove di Desa Sei Sembilang adalah habitat mangrove yang penuh piai. Pada tipologi jenis ini M4CR menerapkan pola pengkayaan 3.000 metode blok sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keberhasilan pertumbuhan mangrove agar dapat bertahan diantara piai," ujar Sigit di sela-sela kegiatannya di
lapangan.
Kegiatan perjalanan dinas ini didasarkan pada Surat Tugas Direktur Rehabilitasi Mangrove Nomor ST.738/RM/M4CR/DAS.05.03/B/07/2026. Secara keseluruhan, program M4CR Tahun 2026 di Sumatera Utara menyasar 24 kelompok mitra yang tersebar di Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan, dan Labuhanbatu.
Hasil dari verifikasi lapangan
ini akan dilaporkan secara tertulis selambat-lambatnya 7 hari setelah
pelaksanaan tugas sebagai bahan evaluasi kelanjutan program dan percepatan
realisasi anggaran DIPA BA 143 Kantor Pusat Ditjen PDASRH.








