Kegiatan Training of Facilitator (ToF) Pemandu Sekolah Lapangan Rehabilitasi Mangrove (SLRM) Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Provinsi Sumatera Utara memasuki hari ketiga dengan fokus pada praktik lapangan di Ekowisata Batubara Mangrove Park, Pantai Sejarah, Kabupaten Batubara. Sebanyak 23 peserta dari berbagai Kelompok Tani Hutan (KTH), alumni, dan pendamping proyek mengikuti kegiatan ini untuk mengasah kompetensi teknis dan fasilitasi rehabilitasi mangrove secara langsung.
Irfan, Ketua KTH Cinta Mangrove
dan salah satu peserta ToF, berbagi pengalaman inspiratif mengenai proses
pengembangan Batubara Mangrove Park. Ia menceritakan berbagai tantangan yang
dihadapi komunitas hingga lokasi tersebut berhasil menjadi destinasi ekowisata
yang kini viral dan menjadi contoh nyata keberhasilan restorasi mangrove yang
dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Selanjutnya, peserta melaksanakan
serangkaian praktik lapangan yang mencakup tujuh substansi materi SLRM, yaitu:
membaca rancangan teknis kegiatan, pengamatan biofisik lokasi, pengenalan jenis
dan bibit mangrove, penyiapan bibit dan persemaian, teknik penanaman,
monitoring tanaman, hingga penguatan kelembagaan kelompok.
Kasto Wahyudi, Alumni ToF 2024,
turut berbagi catatan penting mengenai tata kelola kelompok tani. Ia menekankan
pentingnya perjanjian internal antara pengurus dan anggota terkait insentif dan
kewajiban penanaman. “Apabila ada anggota yang berhalangan, dana upah dapat
dialihkan kepada pengganti yang bertugas. Selain itu, kelompok wajib melakukan
monitoring mandiri terlebih dahulu sebelum evaluasi resmi oleh PPIU, mencakup
parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, dan
tingkat kesehatan bibit,” ujarnya.
Kegiatan ToF ini merupakan bagian
integral dari Proyek M4CR yang diinisiasi untuk mempercepat rehabilitasi
mangrove di pesisir Sumatera Utara. Melalui pendekatan Sekolah Lapangan,
program ini bertujuan mencetak pemandu lapangan yang tidak hanya menguasai
aspek teknis silvikultur mangrove, tetapi juga mampu memfasilitasi penguatan
kapasitas, administrasi, dan kelembagaan masyarakat pesisir.
Rangkaian praktik lapangan pada
hari ketiga ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta, sekaligus
memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam
menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Kegiatan ToF akan dilanjutkan dengan
sesi evaluasi akademik dan penutupan pada 8 Mei 2026 di Kota Pematang Siantar.








