Tim Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) PPIU Sumatera Utara resmi melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pemeliharaan rehabilitasi mangrove yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 10 Mei 2026. Kegiatan ini menyasar empat kabupaten pesisir di Sumatera Utara, yaitu Langkat, Deli Serdang, Asahan, dan Labuhanbatu Utara, guna menilai perkembangan tanaman hasil rehabilitasi tahun 2025 serta memastikan keberlanjutan ekosistem dan manfaat sosial bagi masyarakat pesisir.
Selama satu pekan, tim yang terdiri atas fasilitator teknis, pendamping desa, koordinator lapangan, perwakilan KPH, BPDAS Asahan Barumun dan BPDAS Wampu Sei Ular meninjau langsung kondisi lapangan di sejumlah lokasi penanaman. Kunjungan mencakup desa dan kelompok pelaksana swakelola berikut:- Kabupaten Langkat: Desa Lubuk Kertang (KTH Tani dan Nelayan Lestari Mangrove), Pulau Sembilan (KTH Harapan Baru), Pasar Rawa (KT Penghijauan Maju Bersama), dan Halaban (KTH Paluh Pasir Bersatu).
- Kabupaten
Deli Serdang: Desa Paluh
Kurau yang dikelola oleh KT Serai Wangi, KTH UT Bantul, dan KTH Maju
Bersama.
- Kabupaten
Asahan: Desa Sei
Sembilang (melibatkan 6 kelompok KTH), Desa Sei Tempurung (KTH Blangkas
Hijau, KTH Lestari Mangrove Indah, KTH Panyongat Mangrove), Desa Serang
Helang (KTH Sarang Helang Sehati, KTH Tugu Perjuangan), Desa Asahan Mati
(KTH Harapan Jaya Abadi), dan Desa Silo Baru (KTH Cinta Mangrove).
- Kabupaten
Labuhanbatu Utara:
Kelurahan Tanjung Leidong (KTH Merdesa) dan Desa Simandulang (KTH Bahagia
Giat Bersama, KTH Bina Rimba Raya, KTH Bolo Hutan Basamo, KTH Pintu Air
Bersama, KTH Bina Hutan Kita).
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, secara umum tanaman mangrove
menunjukkan perkembangan yang positif. Daun terlihat sehat dan tingkat adaptasi
tanaman terhadap kondisi pesisir mulai stabil. Hal ini tidak lepas dari
partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kawasan penanaman, yang menjadi
faktor kunci keberhasilan rehabilitasi berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, tim M4CR segera berkoordinasi dengan masyarakat
setempat untuk merumuskan solusi yang saling menguntungkan. Pendekatan yang
diambil mengedepankan dialog partisipatif, peningkatan kesadaran akan fungsi
ekologis mangrove, serta pencarian titik tengah antara kebutuhan ekonomi
masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, M4CR berkomitmen untuk memastikan bahwa program
rehabilitasi mangrove tahun 2025 dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai
dari perlindungan garis pantai, peningkatan keanekaragaman hayati, hingga
dukungan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Monitoring dan pendampingan akan
terus dilakukan secara berkala agar kawasan hijau pesisir Sumatera Utara dapat
tumbuh sehat, resilien, dan berkelanjutan.






