Medan, 22 Mei 2026 – Tim Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) Sumatera Utara melakukan audiensi dan koordinasi resmi dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Medan di Kantor Balai PSKL, Jl. STM, Medan, pada Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi kelembagaan, menyelaraskan data pelaksanaan program rehabilitasi mangrove, serta memastikan kesiapan kelompok perhutanan sosial di tingkat tapak.
Audiensi ini dihadiri oleh Aditya Wahyu Putra, S.Hut., selaku Manajer
PPIU M4CR Sumatera Utara, dan Reiza Levy Nasution, Asisten Strategi Komunikasi
PPIU Sumut. Dalam kesempatan tersebut, tim PPIU menyampaikan silaturahmi dan
apresiasi atas kepemimpinan baru Kepala Balai PSKL Medan, Arief Budi Setiawan,
S.Hut., M.Si.
Kepala Balai PSKL Medan menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi yang berkelanjutan antara PPIU dan Balai PSKL. Beliau menyampaikan bahwa koordinasi dan kolaborasi tidak boleh berhenti hanya karena masa pelaksanaan proyek tertentu telah berakhir, melainkan harus menjadi fondasi jangka panjang untuk pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat di Sumatera Utara.
Fokus utama koordinasi kali ini mencakup penyiapan teknis rehabilitasi mangrove tahun 2026 yang melibatkan Kelompok Tani Hutan dan Nelayan (KTHN) Rajawali Mandiri di Desa Pematang Sei Baru, Kabupaten Asahan. Mengacu pada surat permohonan konfirmasi dari Direktorat Rehabilitasi Mangrove (5 Mei 2026) serta Nota Dinas Balai PSKL Medan (12 Mei 2026), kedua pihak melakukan verifikasi struktur kepengurusan dan legalitas kelompok sesuai dengan Kepmen LHK Nomor 1091 Tahun 2024 dan Permen LHK Nomor 9 Tahun 2021. Hasil koordinasi menegaskan bahwa proses perubahan pengurus, musyawarah besar, serta validitas data kelompok telah mengikuti prosedur resmi dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun lapangan.
“Koordinasi hari ini bukan sekadar urusan administrasi proyek, tetapi tentang membangun transparansi dan kepercayaan antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat lokal,” ujar Aditya Wahyu Putra, Manajer PPIU M4CR Sumut. “Kami berkomitmen memastikan setiap kegiatan rehabilitasi mangrove didukung oleh kelembagaan yang sah, akuntabel, dan siap berkontribusi langsung pada ketahanan ekosistem pesisir Sumatera Utara.”
Melalui sinergi ini, PPIU M4CR Sumatera Utara dan Balai PSKL Medan berharap dapat mempercepat realisasi penanaman mangrove, meningkatkan kapasitas kelompok tani hutan, serta memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam pelestarian kawasan pesisir. Program M4CR sendiri dirancang tidak hanya untuk pemulihan ekologis, tetapi juga untuk membangun ketahanan sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang berkelanjutan.






