Divisi Komunikasi

BPDLH Kementerian Keuangan Gelar Kunjungan Lapangan Pengumpulan Data Rehabilitasi Mangrove di Sumatera Utara

 

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka pengumpulan data rehabilitasi mangrove di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 16 hingga 17 April 2026 ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan Proyek M4CR (Mangrove for Coastal Resilience) yang bertujuan memperkuat pemantauan, evaluasi, dan pembinaan ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

Kunjungan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Nomor ST-471/BPDLH/2026 yang diterbitkan oleh Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto. Tim yang diterjunkan dipimpin oleh Irhandy Joko Pramono selaku Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pembinaan, bersama Muhammad Fahmi Trisnadi sebagai Project Manager Proyek M4CR, serta didukung oleh jajaran staf teknis, administrasi, spesialis sistem monev dan didampingi oleh Galih WS Anggara selaku Asisten GIS PPIU Sumatera Utara.

Selama kunjungan, tim BPDLH melakukan verifikasi lapangan dan pengumpulan data primer di empat kelompok pengelola mangrove, yaitu: KT Penghijauan Maju Bersama di Desa Pasarawa, Kabupaten Langkat, Kelompok Tani Nelayan (KTN) Lestari Mangrove di Lubuk Kertang, Kabupaten Langkat, Kelompok Tani Mangrove (KTM) Tunas Muda di Desa Pekan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai dan Pokdarwis Mutiara Indah di Desa Sentang, Kabupaten Serdang Bedagai.

Melalui dialog langsung dengan pengurus kelompok dan masyarakat sekitar, tim melakukan pengecekan kondisi fisik lahan, tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove, aspek hidrologi, serta dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat pasca rehabilitasi. Data yang terkumpul akan menjadi dasar evaluasi kinerja proyek, penyusunan rekomendasi perbaikan, serta perencanaan tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir Sumatera Utara.

“Rehabilitasi mangrove bukan hanya tentang penanaman, tetapi juga tentang keberlanjutan ekosistem, adaptasi perubahan iklim, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Data yang kami kumpulkan di lapangan akan memastikan bahwa setiap intervensi proyek M4CR tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Irhandy Joko Pramono, Kepala Divisi Monev dan Pembinaan BPDLH.

Seluruh biaya kegiatan kunjungan lapangan ini dibebankan pada Anggaran Proyek M4CR Tahun Anggaran 2026. BPDLH juga menegaskan komitmen pelaksanaan kegiatan yang transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola keuangan negara yang baik, sejalan dengan upaya mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan BPDLH.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, kelompok masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga, memulihkan, dan memanfaatkan ekosistem mangrove secara berkelanjutan untuk ketahanan iklim dan kesejahteraan masyarakat pesisir.