Divisi Komunikasi

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Tinjau Progres Proyek M4CR di Sumatera Utara, Tekankan Penyelesaian Tanam Mei 2026

 

Direktur Rehabilitasi Mangrove Dirjen PDASRH Kementerian Kehutanan, Nikolas Nugroho Surjobasuindro, S.Hut., M.T., didampingi Kepala BPDAS Wampu Sei Ular, Ir. Sigit Budi Nugroho, S.Si., M.Sc., melakukan kunjungan kerja ke Kantor M4CR PPIU Sumatera Utara, Jl. Sei Bengawan 31 Medan pada Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung progres rehabilitasi ekosistem mangrove, memastikan keselarasan pelaksanaan program kerja, serta memberikan arahan strategis terkait percepatan target proyek.

Dalam kesempatan tersebut, Nikolas menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan komponen kunci dalam pemulihan ekosistem pesisir, mitigasi perubahan iklim, dan peningkatan ketahanan masyarakat pesisir. Proyek M4CR di Sumatera Utara dinilai memegang peranan strategis dalam mewujudkan restorasi yang tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.

Selama pertemuan teknis, Direktur Rehabilitasi Mangrove menyampaikan empat arahan utama yang wajib ditindaklanjuti secara disiplin oleh tim pelaksana:
  1. Seluruh kegiatan penanaman mangrove wajib diselesaikan paling lambat pada bulan Mei 2026.
  2. Evaluasi dan verifikasi kondisi tanaman harus segera dilakukan. Mengingat fase pertumbuhan kritis mangrove, kondisi fisik dan tingkat kelulushidupan umumnya telah dapat dinilai dan diverifikasi setelah melewati masa tiga bulan pasca-tanam.
  3. Keterlibatan kelompok masyarakat harus dioptimalkan agar selaras dengan tujuan proyek. Setiap kesepakatan, pembagian peran, dan mekanisme pendampingan wajib dituangkan dalam berita acara atau notulen resmi sebagai dokumen yang mengikat dan akuntabel.
  4. Seluruh pemangku kepentingan diminta untuk memusatkan perhatian pada pencapaian target program kerja, mengingat masa pelaksanaan proyek M4CR yang semakin terbatas dan memerlukan akselerasi tanpa mengorbankan standar kualitas.

“Waktu yang tersedia semakin singkat, namun target restorasi harus tetap tercapai dengan standar terbaik. Evaluasi rutin, dokumentasi yang tertib, serta sinergi yang solid dengan kelompok masyarakat adalah kunci keberhasilan proyek ini. Kami optimis PPIU Sumatera Utara dapat menyelesaikan penanaman tepat waktu dan memastikan setiap bibit tumbuh optimal,” ujar Nikolas Nugroho dalam arahannya.

Sebagai pimpinan yang aktif mendorong restorasi ekosistem pesisir, Nikolas juga dikenal melalui inisiatif edukasi lingkungan seperti program Mangrove Goes to School serta berbagai kolaborasi strategis di kawasan Mandalika. Pendekatan holistik ini terus diintegrasikan dalam kerangka proyek M4CR untuk memastikan keberlanjutan ekologis, penguatan kapasitas generasi muda, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kunjungan ini mempertegas komitmen Kementerian Kehutanan dalam mempercepat rehabilitasi mangrove di Sumatera Utara serta memperkuat koordinasi antar lembaga dalam kerangka Proyek M4CR. Tim PPIU Sumatera Utara menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan seluruh arahan secara konsisten, transparan, dan terukur guna memastikan tercapainya target restorasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.